Teorema Phytagoras

 Fase                      : D

Kelas                     : VIII A

Tanggal                : 09 Februari 2026

Materi                  : Teorema Phytagoras

Pertemuan          : ke 1 dari 4 pertemuan

Guru Mapel        : Nadia Eka Putri, S.Pd

Waktu Pembelajaran   :  3 × 40 menit 

Capaian Pembelajaran : Peserta didik dapat menjelaskan hubungan kuadrat sisi-sisi pada segitiga siku-siku serta menggunakannya untuk menyelesaikan masalah kontekstual.

Setelah mengikuti kegiatan pembelajran menggunakan model pembelajaran descovery learning, dengan metode literasi , eksperimen dan praktikum dengan menumbuhkan sikap 

 1. Beriman dan bertakwa kepada tuhan YME 

 2. Bergotong Royong 

 3. Kreatif

Assalamualaikum wr.wb apa kabarnya anak-anak soleh soleha ibu? Semoga selalu diberikan nikmat sehat untuk semuanya. 

Puji syukur kita curahkan kepada allah yang maha kuasa yang mana pada hari ini kita dapat bertemu dan belajar kembali seperti biasanya pada mata pelajaran matematika dalam keadaan sehat, atas segala nikmat yang telah allah berikan kepada kita semua, mari sama-sama kita mengucapkan kalimat syukur alhamdulillahirobbilalamin. Ibu harap, di pertemuan kita kali ini anak-anak ibu selalu bahagia dan selalu semangat untuk belajar matematika ya. Hari ini, kita akan masuk materi baru yaitu Teorema Phytagoras. 

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Mengidentifikasi segitiga siku-siku.

  2. Menemukan hubungan kuadrat sisi-sisi segitiga siku-siku melalui aktivitas eksplorasi.

  3. Menuliskan rumus Teorema Pythagoras.

  4. Menghitung panjang sisi segitiga siku-siku.

  5. Menerapkan Teorema Pythagoras dalam masalah kehidupan sehari-hari.

  6. Menunjukkan strategi penyelesaian yang berbeda sesuai kemampuan masing-masing.

"Seorang petugas ingin memasang kabel dari puncak tiang ke tanah agar tiang tidak roboh. Tinggi tiang 6 meter dan jarak kaki kabel ke tiang adalah 8 meter. Berapa panjang kabel minimal yang dibutuhkan?"

Pertanyaan Pemantik

  • Pernahkah kalian melihat tangga disandarkan ke tembok?

  • Menurut kalian, apakah ada cara cepat mengetahui panjang tangga tanpa mengukurnya langsung?

  • Mengapa bentuk segitiga sering digunakan dalam konstruksi bangunan?


E. Materi Inti

1. Mengenal Segitiga Siku-Siku

Segitiga siku-siku adalah segitiga yang memiliki satu sudut sebesar 90°.

Istilah penting:

  • Sisi miring (hipotenusa): sisi terpanjang, berada di depan sudut siku-siku.

  • Sisi tegak dan alas: dua sisi yang membentuk sudut 90°.


2. Menemukan Teorema Pythagoras (Aktivitas Eksplorasi)

Kegiatan:

  1. Siapkan kertas kotak atau geoboard.

  2. Buat segitiga siku-siku dengan panjang sisi 3 cm dan 4 cm.

  3. Gambarlah persegi pada setiap sisi.

  4. Hitung luas masing-masing persegi.

Hasil yang ditemukan:

Luas persegi sisi 3 = 9
Luas persegi sisi 4 = 16
Jumlah = 25

Ternyata sama dengan luas persegi pada sisi miring (5²).

Rumus Teorema Pythagoras

a² + b² = c²

Keterangan:

  • a dan b = sisi siku-siku

  • c = sisi miring

Theorema Phitagoras adalah teorema yang menjelaskan hubungan panjang sisi pada segitiga siku-siku.

Dalam Segitiga siku-siku jumlah kuadrat dari panjang dua sisi sama dengan kuadrat sisi miringnya (hipotenusa). Jika a dan B adalah panjang dua sisi segitiga siku-siku dan c adalah panjang sisi miring, maka a2+ b2=c2

Jika mencari sisi alas, maka a2 - c2=b2

Jika mencari sisi  tegak atau samping, maka c-b2=a2

 Latihan Soal:





3. Contoh Soal

Contoh 1
Sebuah segitiga memiliki sisi siku-siku 6 cm dan 8 cm. Tentukan panjang sisi miring!

c² = 6² + 8²
c² = 36 + 64 = 100
c = √100 = 10 cm


Contoh 2 (Kontekstual)
Sebuah tangga sepanjang 13 meter disandarkan pada dinding. Jika jarak kaki tangga ke dinding 5 meter, berapa tinggi dinding yang dicapai tangga?

13² = a² + 5²
169 = a² + 25
a² = 144
a = 12 meter


L. Referensi

  1. Kemendikbudristek. Buku Matematika SMP Kelas VIII Kurikulum Merdeka.

  2. Tomlinson, Carol Ann. How to Differentiate Instruction in Academically Diverse Classrooms.

  3. NCTM (National Council of Teachers of Mathematics).

  4. Modul Pembelajaran Berdiferensiasi – Kemendikbud.

Komentar

Postingan Populer