Aritmatika Sosial

 Fase                      : D

Kelas                     : VII B dan A

Tanggal                : 23 Januari 2026

Materi                  : Aritmatika Sosial

Pertemuan          : ke 3 dari 3 pertemuan

Guru Mapel        : Nadia Eka Putri, S.Pd

Waktu Pembelajaran   :  2 × 40 menit 

Capaian Pembelajaran   : Pada akhir fase D, peserta didik mampu memahami dan menerapkan konsep bilangan dan aljabar untuk menyelesaikan masalah kontekstual. Peserta didik mampu menggunakan konsep aritmatika sosial dalam kehidupan sehari-hari, seperti perhitungan keuntungan, kerugian, diskon, bruto, neto, dan tara, serta mengkomunikasikan proses dan hasil penyelesaiannya secara logis dan sistematis.

Tujuan : Setelah mengikuti kegiatan pembelajran menggunakan model pembelajaran descovery learning, dengan metode literasi , eksperimen dan praktikum dengan menumbuhkan sikap 

 1. Beriman dan bertakwa kepada tuhan YME 

 2. Bergotong Royong 

 3. Kreatif 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga semuanya sehat dan semangat belajar matematika 😊
Sebelum kita mulai, jangan lupa bersyukur dan bagi yang laki-laki, semoga tadi Subuhnya berjamaah di masjid ya, yang belum solat di masjid pelan pelan belajar ya nak, yang penting jangan pernah meninggalkan solat. Hari ini kita akan belajar materi pertama di semester genap yaitu Aritmatika Sosial. Nah, tujuan apa si ya? Tujuannya adalah ...

  1. Menjelaskan pengertian harga beli, harga jual, keuntungan, dan kerugian.

  2. Menghitung besar keuntungan dan kerugian.

  3. Menentukan persentase keuntungan dan persentase kerugian.

  4. Menjelaskan dan menghitung diskon (potongan harga).

  5. Memahami konsep bruto, neto, dan tara serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

  6. Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan aritmatika sosial.

Pernahkah kalian memperhatikan saat orang tua berbelanja di pasar, minimarket, atau saat membeli barang secara online? Mengapa ada barang yang dijual lebih mahal dari harga beli? Mengapa ada diskon besar tetapi harga akhirnya masih terasa mahal? Dan mengapa pada kemasan barang tertulis berat bruto dan neto?

Masalah-masalah tersebut bukan sekadar hitung-hitungan biasa, tetapi berkaitan dengan pengambilan keputusan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Seorang pedagang harus menghitung keuntungan agar usahanya tidak rugi, sementara pembeli harus cermat agar tidak salah menilai harga.

Pada pembelajaran ini, kalian tidak hanya belajar menghitung keuntungan, kerugian, diskon, bruto, neto, dan tara, tetapi juga menganalisis situasi nyatamenafsirkan informasi, serta menentukan keputusan yang paling menguntungkan berdasarkan perhitungan matematika.

Melalui kegiatan ini, kalian diharapkan mampu menghubungkan konsep aritmatika sosial dengan pengalaman sehari-hari, berpikir kritis terhadap informasi harga yang ditemui, serta menyadari bahwa matematika berperan penting dalam kehidupan ekonomi dan sosial.


Materi Pembelajaran

1. Harga Beli dan Harga Jual

  • Harga beli (HB) adalah harga awal suatu barang saat dibeli.

  • Harga jual (HJ) adalah harga barang saat dijual kembali.

2. Keuntungan dan Kerugian

  • Keuntungan terjadi jika harga jual lebih besar dari harga beli.

    • Rumus: Keuntungan = Harga Jual − Harga Beli

  • Kerugian terjadi jika harga jual lebih kecil dari harga beli.

    • Rumus: Kerugian = Harga Beli − Harga Jual

3. Persentase Keuntungan dan Kerugian

  • Persentase keuntungan:

    • (Keuntungan / Harga Beli) × 100%

  • Persentase kerugian:

    • (Kerugian / Harga Beli) × 100%

4. Diskon (Potongan Harga)

  • Diskon adalah potongan harga dari harga awal suatu barang.

  • Rumus diskon:

    • Diskon = Persentase diskon × Harga awal

  • Harga setelah diskon:

    • Harga bayar = Harga awal − Diskon

5. Bruto, Neto, dan Tara

  • Bruto: berat kotor barang beserta kemasannya.

  • Tara: berat kemasan.

  • Neto: berat bersih barang.

  • Hubungan ketiganya:

    • Bruto = Neto + Tara


Contoh Soal dan Pembahasan

Contoh 1 (Keuntungan)
Seorang pedagang membeli sebuah buku seharga Rp40.000 dan menjualnya seharga Rp50.000.
Keuntungan = 50.000 − 40.000 = Rp10.000

Contoh 2 (Persentase Keuntungan)
Persentase keuntungan = (10.000 / 40.000) × 100% = 25%

Contoh 3 (Diskon)
Sebuah tas berharga Rp200.000 mendapat diskon 20%.
Diskon = 20% × 200.000 = Rp40.000
Harga bayar = 200.000 − 40.000 = Rp160.000

Contoh 4 (Bruto, Neto, Tara)
Berat bruto sebuah karung beras adalah 52 kg dan berat tara 2 kg.
Neto = 52 − 2 = 50 kg


Aktivitas Peserta Didik

  1. Diskusikan contoh kegiatan jual beli yang sering kalian temui di lingkungan sekitar.

  2. Hitung keuntungan atau kerugian dari contoh tersebut.

  3. Presentasikan hasil diskusi di depan kelas.


Kesimpulan

Aritmatika sosial merupakan bagian dari matematika yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Konsep keuntungan, kerugian, diskon, serta bruto, neto, dan tara membantu kita memahami kegiatan ekonomi sederhana seperti jual beli dan pengemasan barang. Dengan memahami materi ini, peserta didik diharapkan mampu berpikir kritis dan cermat dalam mengambil keputusan sehari-hari.


Referensi

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Buku Matematika SMP Kelas VII Kurikulum Merdeka.

  2. Modul Ajar Matematika SMP Fase D, Kemendikbudristek.

  3. Sumber belajar matematika kontekstual dari berbagai kegiatan ekonomi sehari-hari.

Komentar

Postingan Populer